Saat mencari akomodasi, Anda mungkin pernah menjumpai istilah “interior hotel room” atau “kamar interior” tanpa jendela ke luar. Konsep ini sering muncul di kapal pesiar dan hotel budget, namun tahukah Anda bahwa desain interior hotel juga diatur oleh standar resmi di Indonesia? Dalam artikel ini, kami mengulas definisi, tipe kamar, serta aturan proporsi desain seperti 80/20 dan 70/30 yang digunakan oleh para perancang hotel, berdasarkan data dari Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta sumber industri perhotelan terpercaya.

Last checked: 2026-08-03

Definisi ‘interior room’: Kamar hotel tanpa jendela ke luar, sering disebut inside cabin atau interior stateroom · Tipe kamar standar hotel: Tiga tipe utama: single, double, suite · Aturan 15-5: Tamu dievaluasi dalam 15 detik pertama dan 5 menit berikutnya saat check-in · Aturan 80/20: 20% pelang tetap menghasilkan 80% pendapatan hotel

Cara Kami Meneliti Topik Ini

Terakhir diperiksa: Agustus 2025.

Sumber yang ditinjau: forum perjalanan (Tripadvisor), situs properti/operator hotel, platform ulasan netral, blog industri perhotelan, sumber desain interior, asosiasi hotel, dan dokumen regulasi pemerintah Indonesia.

Kami tidak melakukan kunjungan langsung ke hotel, wawancara staf, atau verifikasi harga secara independen.

Sekilas Fakta Desain Interior Hotel

1 Regulasi Standar Hotel Nasional
  • Standar usaha hotel di Indonesia diatur melalui Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 yang menetapkan persyaratan minimal fasilitas, pelayanan, dan kelayakan fisik bangunan hotel. (Permenparekraf)
2 Luas Minimal Kamar Bintang 5
  • Dalam standar hotel bintang 5 di Indonesia, setiap kamar standar harus memiliki luas minimal sekitar 26 m² dengan tinggi ruang minimum 2,6 m per lantai. (ARSITAG)
3 Jumlah Kamar & Suite Minimum
  • Hotel bintang 5 di Indonesia diwajibkan memiliki minimal 100 kamar standar dan minimal 4 kamar suite dengan luas masing-masing suite minimal sekitar 52 m². (ARSITAG)
4 Kebutuhan Air Bersih per Orang
  • Hotel bintang 5 wajib menyediakan air bersih minimal sekitar 700 liter per orang per hari, lengkap dengan instalasi air panas dan dingin untuk menunjang operasi dan kebersihan linen. (ARSITAG)
Fakta Kunci Desain Interior Hotel
LabelNilai
Definisi “interior room”Kamar hotel tanpa jendela ke luar, sering disebut inside cabin atau interior stateroom
Tipe kamar standar hotelTiga tipe utama: single, double, suite
Aturan 15-5Tamu dievaluasi dalam 15 detik pertama dan 5 menit berikutnya saat check-in
Aturan 80/2020% pelanggan tetap menghasilkan 80% pendapatan hotel
Aturan 70/30 desain interior70% ruang untuk elemen utama, 30% untuk aksen dan variasi
Luas kamar standar bintang 5Minimal 26 m² per kamar
Jumlah kamar standar bintang 5Minimal 100 kamar
Kebutuhan air bersih bintang 5Minimal 700 liter per orang per hari

Apa yang Dimaksud dengan “Interior Hotel Room”?

“Interior hotel room” adalah istilah yang digunakan untuk kamar hotel yang tidak memiliki jendela yang menghadap ke luar bangunan. Kamar jenis ini biasanya ditemukan di kapal pesiar (disebut inside cabin atau interior stateroom) dan di beberapa hotel budget di perkotaan yang memaksimalkan jumlah kamar dalam luas bangunan terbatas. Tidak adanya jendela alami membuat kamar ini menggantungkan pencahayaan pada lampu buatan dan ventilasi mekanis.

Dalam konteks Indonesia, standar hotel bintang 5 tidak secara eksplisit melarang kamar tanpa jendela, namun peraturan mensyaratkan setiap kamar memiliki ventilasi yang memadai. Menurut ARSITAG, tinggi ruang minimum 2,6 m dan sistem sirkulasi udara yang baik tetap wajib dipenuhi. Perbedaannya dengan exterior room (kamar dengan jendela luar) terletak pada pengalaman pencahayaan alami dan pemandangan, yang sering menjadi preferensi tersendiri bagi tamu.

Perbedaan interior room vs exterior room

Pada kamar exterior, jendela memberikan akses ke cahaya matahari, ventilasi alami, dan pemandangan luar. Interior room sebaliknya: lebih bergantung pada pencahayaan buatan, tidak memiliki pandangan ke luar, dan biasanya lebih sunyi karena tidak terpapar kebisingan jalan. Panduan dari DuGao menyarankan pembagian tiga zona—tidur, kerja, dan relaksasi—untuk memaksimalkan fungsionalitas kamar kecil, termasuk interior room.

Kapan memilih interior room

Interior room sering menjadi pilihan saat anggaran terbatas atau ketika tamu hanya membutuhkan kamar untuk tidur tanpa menginginkan pemandangan. Di kapal pesiar, interior cabin adalah tipe termurah. Di hotel darat, kamar ini bisa menjadi solusi di gedung dengan bentuk lahan sempit. Mews Systems menekankan bahwa desain interior hotel harus menyelaraskan fungsi, ingatan, dan identitas merek, sehingga interior room pun perlu dirancang dengan cermat agar tetap nyaman dan berkesan.

Intinya: Interior room adalah kamar tanpa jendela luar yang umum di kapal pesiar dan hotel budget; desainnya harus mengandalkan pencahayaan buatan dan ventilasi mekanis, namun tetap memenuhi standar kenyamanan minimal.

Apa Itu Desain Interior Hotel?

Desain interior hotel adalah perencanaan dan penataan ruang dalam hotel agar fungsional, mudah diingat, dan selaras dengan merek. Menurut Mews Systems, desain interior hotel yang baik mencakup ruang lobi, kamar tamu, restoran, koridor, ruang rapat, dan area amenitas. Tujuh elemen kunci yang digunakan adalah ruang, garis, bentuk, cahaya, warna, tekstur, dan pola, yang kemudian diolah dengan prinsip keseimbangan, ritme, dan penekanan.

Di Indonesia, regulasi turut mengarahkan desain. Permenparekraf 2013 mensyaratkan organisasi ruang hotel harus memperhatikan arus tamu, karyawan, dan barang, sehingga desain interior wajib mengakomodasi sirkulasi yang terpisah namun efisien. Lebar sirkulasi utama di lobi dianjurkan minimal sekitar 2,125 m agar dapat dilalui kereta barang berlawanan arah tanpa hambatan (dokumen desain hotel).

Elemen kunci desain interior hotel

Penerapan tujuh elemen oleh Mews—ruang, garis, bentuk, cahaya, warna, tekstur, dan pola—menjadi dasar perancangan. Misalnya, warna dapat menciptakan suasana tenang atau energik, sementara tekstur memberikan kedalaman visual. Prinsip keseimbangan dan ritme digunakan untuk mengatur aliran pandangan tamu saat memasuki lobi atau koridor.

Manfaat desain interior yang baik

Desain yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan tamu tetapi juga dapat meningkatkan profitabilitas. AHA Hotel Consulting mencatat bahwa hotel yang menerapkan desain interior sesuai identitas merek cenderung mendapatkan rating ulasan lebih tinggi. Selain itu, pengaturan sirkulasi yang efisien membantu staf bekerja lebih cepat dan mengurangi biaya operasional.

Implikasinya: Desain interior hotel bukan sekadar estetika, melainkan alat strategis yang diatur regulasi dan berdampak langsung pada pengalaman tamu serta efisiensi operasional.

“Hotel interior design is the planning of a hotel’s indoor spaces to make them functional, memorable and aligned with the brand.”

— Tim editorial Mews Systems, Mews Blog

Apa Tiga Tipe Kamar di Hotel?

Tiga tipe kamar utama di hotel adalah single room (satu tempat tidur untuk satu orang), double room (satu tempat tidur besar atau dua tempat tidur untuk dua orang), dan suite (kamar yang lebih luas dengan ruang duduk terpisah). Dalam klasifikasi hotel bintang 5 Indonesia, kamar standar (setara double room) minimal luas 26 m², sementara suite minimal 52 m² (ARSITAG).

Single room, double room, suite

Variasi lain termasuk twin room (dua tempat tidur terpisah), deluxe room (versi lebih besar dari double room), dan presidential suite (suite paling mewah dengan fasilitas lengkap). Panduan perencanaan hotel menyebut bahwa langkah awal desain adalah menentukan segmen pasar, sasaran tamu, dan jumlah serta jenis kamar yang akan dibangun.

Desain interior ketiga tipe ini berbeda. Single room mengutamakan efisiensi ruang, double room menyeimbangkan kenyamanan dan fungsi, sementara suite menuntut pembagian zona yang jelas (tidur, kerja, relaksasi).

Pola ini: Tiga tipe kamar utama—single, double, suite—memiliki perbedaan luas dan fasilitas yang diatur standar, dengan desain interior yang disesuaikan segmen pasar.

Apa Aturan 15-5 di Hotel?

Aturan 15-5 adalah pedoman pelayanan yang menyatakan bahwa tamu dievaluasi dalam 15 detik pertama saat memasuki hotel dan keputusan mereka tentang kualitas hotel terbentuk dalam 5 menit pertama. Aturan ini menekankan pentingnya kesan pertama melalui lobi, pencahayaan, aroma, dan keramahan staf.

Penerapan aturan 15-5 dalam pelayanan tamu

Dalam praktiknya, 15 detik pertama tamu fokus pada kebersihan, dekorasi, dan sambutan staf. Lima menit berikutnya mencakup proses check-in yang efisien dan pengenalan fasilitas. Mews Systems menekankan bahwa desain lobi yang terang, bersih, dan merepresentasikan merek membantu menciptakan kesan positif dalam waktu singkat. Pencahayaan, warna dinding, dan penempatan furnitur menjadi elemen penentu.

Catatan: Aturan 15-5 tidak memiliki dasar riset ilmiah yang kuat, melainkan merupakan konvensi industri perhotelan yang digunakan untuk melatih staf front office dan housekeeping.
Apa artinya ini: Kesan pertama sangat kritis; desain lobi dan proses check-in dalam 15 detik dan 5 menit pertama dapat menentukan persepsi tamu terhadap keseluruhan hotel.

Apa Aturan 80/20 di Hotel?

Aturan 80/20, atau Prinsip Pareto, menyatakan bahwa sekitar 80% hasil berasal dari 20% penyebab. Dalam konteks hotel, prinsip ini diterapkan baik dalam manajemen pendapatan maupun desain interior. Menurut Asana, prinsip Pareto banyak dipakai untuk mengidentifikasi 20% segmen tamu atau tipe kamar yang menghasilkan 80% pendapatan.

Mengapa pelanggan tetap adalah yang terbaik

AHA Hotel Consulting menyarankan hotel menganalisis data untuk menemukan 20% segmen, channel, atau tipe kamar yang paling menguntungkan, lalu memfokuskan desain produk dan layanan pada kelompok tersebut. Misalnya, jika 20% kamar suite menghasilkan 80% pendapatan, hotel dapat menginvestasikan lebih banyak pada desain interior suite.

Dalam desain interior, aturan 80/20 juga diterapkan pada palet warna. Apartment Therapy menjelaskan bahwa sekitar 80% ruang didominasi satu skema warna utama (misalnya netral), sedangkan 20% sisanya digunakan untuk warna atau tekstur kontras. Forge & Bow menambahkan bahwa 80% elemen dapat mengikuti satu gaya utama, sementara 20% sengaja berbeda untuk memberi karakter.

Komprominya: Aturan 80/20 berlaku ganda di hotel—untuk manajemen pendapatan (fokus pada 20% segmen paling menguntungkan) dan desain interior (80% warna dominan, 20% aksen kontras).

Apa Aturan 70/30 dalam Desain Interior?

Aturan 70/30 dalam desain interior menyarankan bahwa 70% ruang diisi dengan elemen utama (warna, furnitur, atau gaya dominan), sementara 30% sisanya digunakan untuk aksen, variasi, atau elemen kontras. Aturan ini sering diterapkan pada penataan warna dinding, pemilihan furnitur, atau dekorasi aksesori. BINUS University mencatat bahwa dalam desain komunikasi visual, aturan 80/20 menyatakan 20% elemen desain memberi 80% dampak—sehingga aturan 70/30 dapat dipandang sebagai varian yang lebih seimbang untuk ruang fisik.

Keseimbangan 70% elemen dominan dan 30% aksen

Penerapan di lobby hotel misalnya: 70% dinding dicat dengan warna netral (putih, krem, atau abu-abu muda), sementara 30% sisanya diisi dengan wallpaper bermotif atau warna aksen yang mencolok. Apartment Therapy menekankan keseimbangan dan harmoni visual sebagai hasil dari pembagian proporsi ini. Di kamar tidur, 70% furnitur dapat mengikuti satu gaya (misalnya modern minimalis), sedangkan 30% berupa aksesori etnik atau tanaman hias.

Tip desain: Untuk kamar hotel kecil, gunakan aturan 70/30 pada pemilihan warna: 70% warna terang untuk memperluas ruang secara visual, 30% warna gelap atau aksen untuk menciptakan kedalaman.
Yang perlu diperhatikan: Aturan 70/30 membantu menciptakan keseimbangan visual tanpa membuat ruang terasa monoton atau terlalu ramai, cocok untuk lobby dan kamar hotel.

“The 7 key elements of interior hotel design are space, line, form, light, color, texture and pattern.”

— Tim editorial Mews Systems, Mews Blog

Apa Trik Washcloth di Hotel?

Trik washcloth adalah praktik sederhana yang dilakukan oleh beberapa tamu hotel untuk menandai bahwa kamar telah dibersihkan atau untuk keamanan pribadi. Caranya: letakkan washcloth (lap kecil) di gagang pintu kamar dari dalam, atau di sela-sela pintu dan kusen. Jika washcloth jatuh atau berpindah saat Anda kembali, itu bisa menjadi indikasi bahwa seseorang telah memasuki kamar.

Cara menggunakan washcloth untuk keamanan

Praktik ini tidak diakui secara resmi oleh industri perhotelan, namun banyak dibahas di forum perjalanan seperti Tripadvisor. Standar hotel bintang 5 mewajibkan penyediaan air bersih minimal 700 liter per orang per hari untuk menunjang kebersihan linen, termasuk washcloth, handuk, dan sprei. Dengan demikian, ketersediaan washcloth di kamar merupakan bagian dari standar kebersihan yang diatur.

Meskipun trik ini populer, efektivitasnya terbatas karena housekeeping profesional biasanya akan merapikan kamar tanpa mengganggu washcloth yang diletakkan tamu. Dokumen desain hotel mencatat bahwa penempatan tanda arah di hotel tidak boleh lebih dari sudut 30° terhadap pandangan horizontal manusia—prinsip ergonomis yang juga berlaku untuk penempatan washcloth jika ingin dijadikan penanda visual.

Peringatan: Trik washcloth bukanlah metode keamanan yang dijamin oleh hotel. Gunakan brankas kamar dan kunci ganda untuk keamanan yang lebih andal.
Kelemahannya: Trik washcloth lebih merupakan tips dari sesama tamu daripada prosedur resmi; efektivitasnya bergantung pada konsistensi housekeeping dan tidak menggantikan pengamanan standar.

Pertanyaan Umum tentang Interior Hotel

Apa perbedaan interior room dan outside room di hotel?

Interior room tidak memiliki jendela ke luar, mengandalkan pencahayaan buatan dan ventilasi mekanis, sedangkan outside room memiliki jendela dengan pemandangan dan cahaya alami. Interior room biasanya lebih tenang dan lebih murah, tetapi kurang terang secara alami.

Bagaimana aturan 15-5 diterapkan di hotel butik?

Di hotel butik dengan lobi kecil, 15 detik pertama difokuskan pada desain interior yang unik dan sambutan personal, sementara 5 menit pertama mencakup check-in cepat dengan minuman selamat datang. Pencahayaan dan aroma menjadi kunci kesan pertama.

Apakah aturan 80/20 berlaku untuk semua jenis hotel?

Ya, prinsip Pareto dapat diterapkan di semua jenis hotel, baik budget, bintang 3, maupun bintang 5. Fokusnya adalah mengidentifikasi 20% segmen tamu, tipe kamar, atau channel distribusi yang menghasilkan 80% pendapatan, lalu mengalokasikan sumber daya desain dan layanan secara optimal.

Apa contoh penerapan aturan 70/30 di lobby hotel?

Lobby hotel dapat menggunakan 70% cat dinding berwarna netral (putih atau krem) dan 30% aksen berupa panel kayu, tanaman hijau, atau karya seni berwarna cerah. Proporsi ini menciptakan keseimbangan antara kesan profesional dan sentuhan hangat.

Siapa yang mendefinisikan tiga tipe kamar utama hotel?

Klasifikasi single, double, dan suite adalah konvensi industri perhotelan global yang diadopsi oleh asosiasi hotel dan standar akreditasi. Di Indonesia, Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2013 mengatur persyaratan minimal untuk masing-masing tipe dalam klasifikasi bintang.

Apa warna yang sedang menggantikan abu-abu dalam desain interior hotel?

Warna-warna alami seperti warm beige, terracotta, dan olive green mulai populer menggantikan abu-abu yang dominan sebelumnya. Tren ini terlihat di hotel-hotel butik dan kapsul yang mengedepankan nuansa organik dan hangat.

Bagaimana aturan 3-5-7 diterapkan dalam dekorasi kamar hotel?

Aturan 3-5-7 adalah panduan penataan aksesori: kelompokkan benda dekorasi dalam jumlah ganjil (3, 5, atau 7) untuk menciptakan keseimbangan visual yang alami. Misalnya, tiga bantal hias di sofa, lima pigura foto di dinding, atau tujuh tanaman kecil di rak.

Apakah trik washcloth masih relevan di hotel modern?

Trik washcloth masih digunakan oleh sebagian tamu, terutama di hotel budget atau saat menginap di kamar tanpa brankas. Namun, hotel modern umumnya memiliki sistem keamanan yang lebih baik (kartu akses, CCTV, brankas), sehingga trik ini lebih bersifat psikologis daripada fungsional.